Kemenag HST Lakukan Kajian Pemanfaatan Teknologi Theodolite

Banjarmasin, (Kemenag HST) - Dalam rangka meningkatkan kompetensi tim pengukur arah kiblat, Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan kegiatan kajian pemanfaatan teknologi theodolite di Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan (Kalsel). Selasa, (23/07/24). 

Kajian ini dipimpin langsung oleh Kasi Bimas Islam, Muhammad Akhriadi beserta seluruh staf Seksi Bimas Islam Kemenag HST, H. Fahrin Riadi, Hasan Asyari, Wardah dan Arbaiah serta Lia, bertempat di Aula Kanwil Kemenag Kalsel Banjar Indah Banjarmasin. 

Akhriadi menyampaikan bahwa tahun itu Kemenag Kab. HST mendapatkan bantuan satu unit theodolite untuk kelengkapan pengukuran arah kiblat dan rukyatul hilal, oleh karena itu kegiatan pengkajian perangkat ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi tim pengukur arah kiblat Kemenag HST. 

"Dengan mengikuti kajian ini, diharapkan anggota dapat memahami dan mempraktikkan penggunaan teknologi theodolite dengan baik dalam pengukuran arah kiblat dan rukyatul hilal," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Hisab Rukyat & Bina Syari'ah Kanwil Kemenag Kalsel, H. Ahmad Mubarak, menjelaskan bahwa theodolite adalah alat ukur optik yang digunakan untuk mengukur sudut horizontal dan vertikal. Theodolite dapat digunakan untuk rukyatul hilal dan mengukur arah kiblat dengan lebih akurat dibandingkan dengan metode tradisional yang menggunakan kompas.

Mubarak juga menjelaskan bahwa penggunaan theodolite dalam pengukuran arah kiblat memiliki beberapa kelebihan. Theodolite dapat mengukur sudut dengan ketelitian yang lebih tinggi dibandingkan dengan kompas.  

"Theodolite dilengkapi dengan teropong dan skala yang memudahkan pengukuran, sehingga dapat lebih akurat dan efesien," jelas Mubarak.(Rep/Ft. Ramli).

Posting Komentar untuk " Kemenag HST Lakukan Kajian Pemanfaatan Teknologi Theodolite"